Langsung ke konten utama

Konsep Bersedekah Dalam BIlangan Pecahan

Konsep Bersedekah Dalam Bilangan Pecahan

Ilustrasi Bersedekah
Gambar: Ilustrasi Bersedekah

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dalam ilmu matematika kita mengenal ada namanya konsep bilangan pecahan. Bilangan pecahan adalah bilangan yang merupakan bagian dari suatu keseluruhan. Jadi bilangan pecahan itu adalah perbandingan antara bilangan yang dibagi dengan bilangan pembaginya. Misalnya saya punya bilangan pecahan 1/2 , 1 disini disebut sebagai pembilang atau bilangan yang dibagi sedangkan 2 disebut sebagai penyebut atau bilangan pembaginya.

Nah kalo kita kalkulasikan bilangan 1/2 ini maka akan didapatkan hasil 0,5. Kemudian kalo misalkan kita mau membandingkan dengan bilangan 1/3 hasilnya adalah 0,33, 1/4 = 0,25,  1/5 = 0,2, dst…Kalau kita perhatikan bilangan-bilangan tersebut, semakin besar nilai pada bilangan penyebutnya maka nilai yang dihasilkan semakin kecil atau dalam matematika bisa kita tuliskan seperti berikut. 1/2 > 1/3 > 1/4 > 1/5, maksudnya bilangan yang disebelah kiri lebih besar dari yang sebelah kanan, atau dengan kata lain bilangan 1/2 adalah bilangan terbesar sedangkan bilangan terkecil adalah 1/5.

Selanjutnya sekarang bagaimana jika kita ganti bilangan penyebutnya dengan angka 0 yaitu menjadi 1/0 , berapakah hasilnya?. Yap benar hasilnya adalah tak terhingga atau dalam matematika dapat ditulis ( ∞ ). Artinya apa? Kalo kita hubungkan dengan konsep bersedekah artinya ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain entah itu berupa materi, tenaga atau pikiran, hasil yang diperoleh akan sangat bergantung terhadap pengharapan kita terhadap pemberian kita tersebut. Maksudnya gimana? Anggap saja bilangan pembilang tersebut adalah pemberian kita sedangkan bilangan peneyebutnya itu adalah pengaharapan kita. Jadi ketika kita memberinya satu dan mengharapakan dua maka yang akan kita dapatkan adalah 0,5, ketika kita memberi 1 namun mengharapkan 3 maka yang kita dapatkan adalah 0,33 sekian, demikian seterusnya.

Hebatnya adalah ketika kita memberi 1 namun kita tidak mengharapkan apa-apa terhadap pemberian kita tersebut (0), maka yang kita dapatkan adalah sesuatu yang diluar dugaan atau sesuatu yang tak terhingga nilainya. Makanya ketika kita memberi sesuatu ataupun bersedekah kepada orang lain, jangan pernah mengaharapkan imbalan atau balasan, cukup berharap hanya kepada Tuhan yang maha kaya dan maha memberi karunia. Hanya kepadanyalah tempat kami menggantungkan harapan dan meminta pertolongan. Karena berharap kepada manusia hanya akan meninggalkan kekecewaan. Sementara Tuhan tidak pernah ingkar terhadap janjinya. Jadi perbanyaklah memberi, memberi dan memberi, fokus pada itu. Maka akan ada keajaiban yang menunggu datang kepadamu. Pepatah lama mengatakan tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Artinya memberi lebih baik daripada menerima. Orang kaya itu bukanlah orang yang banyak uang, tapi orang kaya itu adalah orang yang pandai bersyukur dan selalu merasa cukup walau dalam keadaan bagaimanapun.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matematika dalam Perspektif Al-Qur'an

  Matematika dalam Perspektif Al-Qur’an    sumber: pixabay.com Permasalahan yang sering muncul ketika membicarakan tentang matematika adalah bagaimana integrasi matematika dengan agama, Adakah anjuran mempelajari matematika dalam pandangan Al-Qur’an dan kenapa matematika perlu dilihat dari kacamata Al-Qur’an. Kuntowijoyo dalam Fathul Mufid menyatakan bahwa inti dari integrasi ilmu adalah upaya menyatukan (bukan sekedar menggabungkan) wahyu Tuhan dan temuan pikiran manusia (ilmu-ilmu rasional), tidak mengucilkan tuhan (sekularisme) atau mengucilkan manusia (other wordly asceticism). Model integrasi ini adalah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai grand theory pengetahuan. Sehingga ayat-ayat Kauniyyah dan Qawliyyah dapat dipakai. Integrasi yang dimaksud adalah berkaitan dengan usaha memadukan keilmuan umum dengan islam tanpa harus menghilangkan keunikan-keunikan antara dua keilmuan tersebut. Matematika yang dikenal banyak dikalangan para ilmuwan terutama kalangan non musl...

Bilangan Pecahan: Membandingkan Bilangan Pecahan | Matematika SMP

Bilangan Pecahan: Membandingkan Bilangan Pecahan | Matematika SMP Pada bagian ini, kita masuk ke materi baru dari bilangan yaitu bilangan pecahan. sebelumnya kita telah belajar tentang bilangan bulat . Dalam kegiatan ini, kalian akan diajak untuk memahami suatu bilangan pecahan. Setelah memahami materi tersebut diharapkan kalian bisa membandingkan dua bilangan pecahan atau mengurutkan beberapa bilangan pecahan. Perhatikan contoh berikut. Contoh 1 Dalam suatu acara ulang tahun, undangan yang datang dibagi menjadi 4 kelompok untuk menikmati kue tar berbentuk lingkarang dengan ukuran yang sama. Kue tar tersebut sudah dihidangkan pada setiap meja kolompok, yaitu meja A, meja B, meja C, dan meja D. kue tersebut dibagi sama rata kepada anak yang menghadapi suatu meja. Setiap undangan yang datang boleh memilih duduk di bangku meja manapun. Adit adalah undangan terakhir yang datang di acara tersebut. Adit melihat bangku meja A sudah ada 6 anak, meja B ada 7 anak, meja C ada 8 anak, dan meja D ...